Bahagia dan Licik

Pada suatu hari,

aku adalah badai yang marah dan
memporak-porandakan pikiranmu.
Hari itu datang ketika manusia enggan
menanam rumah hingga lupa rasanya
ingin pulang.
Mungkin juga terlalu mengilhami dunia
hingga lupa kehidupan setelah tak bernyawa.
Penaku berperang pada lembar-lembar
kertas yang menjadi saksi
lahirnya kata-kata yang melegenda,
hingga menguliti pikiran manusia.

Aku adalah badai yang marah,
yang bahagia dan licik ingin bertemu dengan
kata ‘kamu’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s